Langsung ke konten utama

Postingan

Antara belum rezeki atau belum berusaha

Atas perjuanganmu aku berani berjuang, sebuah kalimat yang melekat di dalam hati sebagai motivasi untuk terus bergerak maju. Perjuangan, suatu hal yang harus dilakukan untuk memperoleh apa yang kita inginkan. Seperti halnya mendaki gunung, indahnya puncak hanya dinikmati selama 15 menit, namun perjalanan ke atas puncaklah yang menjadikan suatu cerita yang berkesan. Allah pasti menghargai usaha kita sebuah pencerahan yang aku peroleh dari sebuah perjalanan, bukan, bukan traveling, namun hidup. Hidup seorang anak laki-laki yang berasal dari kedua orang tua perantauan dari negeri batak. Kedua orang tua yang walaupun keadaan keluarga kami tidak cukup baik menurut orang, namun sangat cukup baik jika dibandingkan dengan sebelumnya. Akulah, seorang anak dari ibu yang hanya sampai kelas IV SD dan ayah yang tamat SMA. Banyak asam manis kehidupan yang dikecap oleh keluargaku, jika aku menceritakanya tidak cukup hanya dengan 700 kata. Aku yang masih berumur 9 tahun sadar bahwa aku tidak bol...
Postingan terbaru

Lalui semua jalan di hadapmu

Kehidupan tidak luput dengan kontradiksi, seperti pembelajaran dalam matematika diskrit. Terkadang dengan kontradiksi kita dapat mencari dan mengetahui suatu kebenaran. Terkadang suatu hal yang benar juga belum tentu kebenaran, suatu hal yang baik juga belum tentu kebaikan. Semuanya fiktif, fleksible, hanya orang yang mampu menempatkan segalanya menjadi benar dan segalanya menjadi baik yang akan mendapatkan kebahagiaan hakiki. Tidak hanya kontradiksi yang harus kita hadapi, relatif, juga sebuah makna yang membuat dunia berwarna dan saling melengkapi. Tanpa adanya relatif takkan ada warna hitam dan putih, takkan ada yang membuat hitam hanya karena semua orang menganggap hitam itu adalah buruk. Semua akan putih dan akhirya matapun tak mampu membedakan. Putih, hingga kau menganggap putih itu bukan lagi suci, namun putih adalah membosankan. Ketika kau melihat orang yang berdasi adalah sebuah pencapaian, dan pencapaian yang hakiki adalah sebuah kebahagian, maka kamu ingin menuju dan ...
Lalui semua jalan di hadapmu Kehidupan tidak luput dengan kontradiksi, seperti pembelajaran dalam matematika diskrit. Terkadang dengan kontradiksi kita dapat mencari dan mengetahui suatu kebenaran. Terkadang suatu hal yang benar juga belum tentu kebenaran, suatu hal yang baik juga belum tentu kebaikan. Semuanya fiktif, fleksible, hanya orang yang mampu menempatkan segalanya menjadi benar dan segalanya menjadi baik yang akan mendapatkan kebahagiaan hakiki. Tidak hanya kontradiksi yang harus kita hadapi, relatif, juga sebuah makna yang membuat dunia berwarna dan saling melengkapi. Tanpa adanya relatif takkan ada warna hitam dan putih, takkan ada yang membuat hitam hanya karena semua orang menganggap hitam itu adalah buruk. Semua akan putih dan akhirya matapun tak mampu membedakan. Putih, hingga kau menganggap putih itu bukan lagi suci, namun putih adalah membosankan. Ketika kau melihat orang yang berdasi adalah sebuah pencapaian, dan pencapaian yang hakiki adalah sebuah kebahagian...
Lalui semua jalan di hadapmu Kehidupan tidak luput dengan kontradiksi, seperti pembelajaran dalam matematika diskrit. Terkadang dengan kontradiksi kita dapat mencari dan mengetahui suatu kebenaran. Terkadang suatu hal yang benar juga belum tentu kebenaran, suatu hal yang baik juga belum tentu kebaikan. Semuanya fiktif, fleksible, hanya orang yang mampu menempatkan segalanya menjadi benar dan segalanya menjadi baik yang akan mendapatkan kebahagiaan hakiki. Tidak hanya kontradiksi yang harus kita hadapi, relatif, juga sebuah makna yang membuat dunia berwarna dan saling melengkapi. Tanpa adanya relatif takkan ada warna hitam dan putih, takkan ada yang membuat hitam hanya karena semua orang menganggap hitam itu adalah buruk. Semua akan putih dan akhirya matapun tak mampu membedakan. Putih, hingga kau menganggap putih itu bukan lagi suci, namun putih adalah membosankan. Ketika kau melihat orang yang berdasi adalah sebuah pencapaian, dan pencapaian yang hakiki adalah sebuah kebahagian...
Lalui semua jalan di hadapmu Kehidupan tidak luput dengan kontradiksi, seperti pembelajaran dalam matematika diskrit. Terkadang dengan kontradiksi kita dapat mencari dan mengetahui suatu kebenaran. Terkadang suatu hal yang benar juga belum tentu kebenaran, suatu hal yang baik juga belum tentu kebaikan. Semuanya fiktif, fleksible, hanya orang yang mampu menempatkan segalanya menjadi benar dan segalanya menjadi baik yang akan mendapatkan kebahagiaan hakiki. Tidak hanya kontradiksi yang harus kita hadapi, relatif, juga sebuah makna yang membuat dunia berwarna dan saling melengkapi. Tanpa adanya relatif takkan ada warna hitam dan putih, takkan ada yang membuat hitam hanya karena semua orang menganggap hitam itu adalah buruk. Semua akan putih dan akhirya matapun tak mampu membedakan. Putih, hingga kau menganggap putih itu bukan lagi suci, namun putih adalah membosankan. Ketika kau melihat orang yang berdasi adalah sebuah pencapaian, dan pencapaian yang hakiki adalah sebuah kebahagian...

Tak hilang kalau hanya mengucek mata

Murid di kelas 7             Coba perhatikan gaya mereka. Entah zaman berubah atau memang orientasi sekolah ini memang mengedepankan keakraban antara murid dan guru. Jika diingat lagi seribu tahun sebelumnya ketika dimana saya berseragam seperti mereka, jangankan untuk seperti bergaya bebas seperti mereka, berbicara dengan guru saja sudah membuat badan gemetar. Yupp.. inilah perubahan zaman seperti yang dikatakan Lukmanul Hakim didiklah anakmu sesuai dengan zamannya.            Resiko karena jarak yang terlalu dekat biasanya membuat anak yang kadangkala susah diatur, namun resiko itu tidak sebanding dengan apa yang kita peroleh, dengan membuat suasana yang akrab membuat mereka percaya diri dan senang dalam belajar bahkan sangking percaya dirinya lihatlah photonya, dan tak jarang dari mereka datang ke mejaku untuk mengajak ngobrol atau becanda, bayangkan mereka masih kelas tujuh loh… percaya diri bangetkan?... beginil...

Allah lah yang paling misteri

Baru saja melihat tayangan di telivisi akhirnya memancing penasaranku yang memang dari dulu aku bertanya-tanya, apa iya memang ada?. Awalnya tayangan ini dibentuk sedemikian rupa untuk menunjukkan bahwasanya hal ini benar-benar terjadi dengan mewawancarai korban namun lama kelamaan terus menuju sifat asli perfillman indonesia yaitu dikemas dengan cerita mistis. Sebenarnya cerita ini bukanlah hal yang baru mungkin teman-teman sudah lama mendengar kabar kalau ada ibu hamil yang kehilangan janinnya. kehilangan janin yang beredar tadi dikemas dengan adanya pemindahan janin ketubuh orang lain oleh dukun atau adanya orang yang meminta tumbal. Saya yakin sudah berpuluh tahun hal ini menjadi fantasi di dalam pikiran masyarakat Indonesia bagaikan fantasi anak kecil atas peri giginya yang menukarkan giginya yang patah dengan uang satu dolar. fantasi itu melekat tidak ada habisnya hingga menjadi suatu hal seperti doktrin yang tidak bisa dilanggar walaupun belum terbukti kebenaranya. Padahal masal...