Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Allah lah yang paling misteri

Baru saja melihat tayangan di telivisi akhirnya memancing penasaranku yang memang dari dulu aku bertanya-tanya, apa iya memang ada?. Awalnya tayangan ini dibentuk sedemikian rupa untuk menunjukkan bahwasanya hal ini benar-benar terjadi dengan mewawancarai korban namun lama kelamaan terus menuju sifat asli perfillman indonesia yaitu dikemas dengan cerita mistis. Sebenarnya cerita ini bukanlah hal yang baru mungkin teman-teman sudah lama mendengar kabar kalau ada ibu hamil yang kehilangan janinnya. kehilangan janin yang beredar tadi dikemas dengan adanya pemindahan janin ketubuh orang lain oleh dukun atau adanya orang yang meminta tumbal. Saya yakin sudah berpuluh tahun hal ini menjadi fantasi di dalam pikiran masyarakat Indonesia bagaikan fantasi anak kecil atas peri giginya yang menukarkan giginya yang patah dengan uang satu dolar. fantasi itu melekat tidak ada habisnya hingga menjadi suatu hal seperti doktrin yang tidak bisa dilanggar walaupun belum terbukti kebenaranya. Padahal masal...

Banyak Melihat Banyak Belajar (Palembang 2)

Banyak Melihat Banyak Belajar (Palembang 2) “hati-hati ya nak ya”, mamakku sambil mencium pipiku diatas bis. Bis yang untuk pertama kalinya membuat aku berpikir kalau ada bis yang sebagus ini. Bis yang tidak akan membuatmu merasa jijik kalau harus duduk selunjur atau bahkan berbaring di bawah bangku. Ace yang dingin bangku yang empuk semakin membuai ku untuk terus mengucapkan rasa syukur atas diberikan petunjuk. Tiga ratus empat puluh lima ribu adalah ongkos bis termurah sejagad raya, karena itu bukanlah harga untuk satu bangku, namun bisa dibilang harga sewa setengah bis. Pasalnya hanya ada dua orang penumpang saja didalam sini. Aku duduk di seat yang pertama. Menikmati pemandangan sumatera utara, sekian lama duduk dengan berbagai gaya sampai juga ke tempat yang sejak kecil aku tidak pernah bosan untuk menempelkan wajah di kaca bis untuk melihat keluar, kearah kumpulan air yang berwarna biru dan bersinar bagaikan ditabur beribu mutiara yang memantulkan sinar matahari. Air bak lau...

Surat Tak Kan Terkirim II

sekarang sudah hampir pengujung perantauan ku yah... kemarin aku menuliskan surat bahwa aku tak tahu akan bermanja dengan siapa selama tiga bulan ini aku sadar  ternyata mereka memang selalu ada orang yang kau bentuk dengan kepemimpinan muayah.. aku sudah mulai belajar jauh aku belajar hingga ke dua pulau aku yakin kalau kau ada bersama dengan kami kau akan bangga dengan ku seperti senangnya diri mu ketika aku di panggil ke dua dalam penerimaan ijazah yang kau bilang aku di pangil karena peringkat kedua sebenarnya aku tak yakin karena no absen ku memang no dua tapi aku hanya diam aku tak tega melihat senyum mu yang beda tidak seperti biasanya.. senyum bangga hari ini tangis ku kembali tampak ke dunia ketika membaca kata2 dari orang yang ku anggap penggambaran dari sikapmu ternyata selama ini aku masih terus bersikap kekanak-kanakan masih terus berusaha untuk di perhatikab padahal keluarga yang sudah kau bentuk dengan iman dan kasih sayang keluar...

Usiaku masih 2 bulan bunda

Usiaku masih 2 bulan bunda Kalau bisa aku meraung Aku meraung Kalau bisa aku berlari mengejarmu Aku berlari Apa salahku ? Mungkin aku terlalu memberatkan bagimu Kau terganggu dengan aku di tubuhmu Tapi itu bukan mauku Dan aku tidakkan sanggup melawan Kenapa aku kau tinggal Apa salah ku ? Sehingga aku tidak kau perbolehkan menjalin batin denganmu atas air susumu Bunda, kalau boleh aku memanggilmu bunda Apa aku memalukan ? Tapi aku tidak berbeda dengan yang lain bunda Apa salahku ? Disini hanya ada ayah disampingku Kemana dirimu bunda Apa ada sesuatu yang lebih penting dariku ? Bunda, aku disini bersama ayah Ayah sayang denganku Tapi beda bunda Aku mau juga sayang bunda Aku tak mau Ketika dewasa nanti Aku tak tahu wajahmu Atau itu ingin bunda ? Bunda pulanglah Timanglah aku Nyanyikan sebuah lagu jelang tidurku Sayanglah aku bunda Aku juga sayang bunda Hanya saja bunda tak tahu kalau rengekku adalah ungkapan sayangku Jan...

SURAT TAKKAN TERKIRIM

SURAT TAKKAN TERKIRIM Aku sebenarnya seorang anak laki-laki yang manja hanya sok kuat untuk melawan hidup Aku rindu dengan sosok  yang unik Sosok yang paling aku segani Sosok yang akrab Sosok pemimpin yang benar-benar pemimpin Ikhlas, sabar, terus berusaha, tawakal, selalu mencoba Teringat cerita kita Sesak nafasku ketika aku mengingat Aku duduk dibelakangmu tepat diatas bangku sepeda yang kau kayuh Semangat membakar cita sama-sama kita kobarkan walau hanya kau membawaku ketempat kumuh dianggap orang Teringat ketika kita sama tertawa ketika becak biru yang kau rakit hampir selesai untuk menampung sayuran yang akan kita jual, sebagai prospek kehidupan kami Ternyata canda tawa diatas becak biru itu Dijadikan canda terakhir untuk kita Aku rindu yah.. Aku tumbuh besar yah.. menjadi anak yang sok kuat yang hanya bermodalkan keunikan mu Disini aku diam Menulis ntah untuk siapa Hanya berteman pikir dan lamunan Aku tak tahu siapa aku sebenarnya Aku ...

CINTA ADAM DAN HAWA

CINTA ADAM DAN HAWA  Ya Allah  Inikah anugrah yang kau berikan pada hamba yang selalu lupa akan dirimu..  Anugrah yang begitu dahsyat  Atas kehendakmu akan datang hanya sekali dalam hidupku  Terimaksih aku panjatkan kepadamu  Tuhan semesta alam  Raja dari segalanya  Zat yang menciptakan getar  Getar cinta di hatiku  Ya Allah  Tinggalkanlah anugrah ini di hatiku  Biarkan ia bersemayam jauh hingga ke dasar  Biarkan ia tetap bergetar agar ia dapat menyinari alamnya Menjadi cermin yang suci dari debu  Ya Allah jagalah perasan cinta kami  Walau kami berpisah jauh  Walau berda di belahan bumi selatan dan utara  Seperti Adam dan Hawa

Berteman Pikir

Berteman Pikir Pikir Anugrah yang diberikan kepada hambaNya Aku tak mengerti Mungkin karena anugrah Aku larut Tapi aku tak tahu aku larut atau tidak Aku hanya nyaman Atau aku tidak tahu arti nyaman Hidup ku sepi Sepi diantara banyak orang Kadang aku berpikir “mengapa sepi ?, aku ada pikir” Mungkin lagi, aku tak mengerti arti sepi Hanya aku tidak bisa diganggu Tidak, mungkin aku tidak sanggup beradaptasi Tapi walau hanya pikir yang ada disampingku Aku tak keberatan Apa yang salah denganku ? Apa aku makhluk hidup tanpa cinta sehingga aku tak peduli dengan yang lain ? Aku tak tahu Sekali lagi aku tak tahu Mungkin seperti yang sering aku bilang Aku makhluk individu yang tak bersosial Dan aku tidak tahu Haruskah aku hidup dengan yang lain ? Kenapa harus ? Aku mau sepi

Kekuatan Nazar (Palembang)

Kekuatan Nazar (Palembang) “Proposalnya mau diambil lagi ?”, “iya”, “cetassss” terdengar suara sobekan kertas disposisi yang lengket dengan dihekter ke proposalku, sobekkan kertas tadi ternyata membuat luka dihati ini (kalimat ini terinspirasi dari lagu dangdut), proposal untuk mengikuti kegiatan Global Peace Volunteer di palembang tidak di terima, aku pun turun dari lantai 2 ke lantai 1 tanpa semangat. “gak diterima wey”, aku berkata dengan lesu kepada teman-teman ku yang telah menungguku dilantai bawah “gak diterima men ?, kenapa ?” irul salah satu temanku menanggapinya. “katanya gak bisa didanai kalau akhir tahun, mereka pembukuan” “yaudahlah men,,, belum rezeki”, disambung oleh si jijah “belum rezeki atau belum usaha jah” “ih mau usaha apalagi kau, jangan kau kelilit hutang gara-gara ini ya,,,”, si jijah langsung marah dengaku Aku tertunduk diam karena memang takut seperti apa yang dikatakan jijah, tapi aku merasa sayang jika aku tidak pergi ke sana, kota yang me...

Ubi talas in memoriam

             Ubi talas in memoriam Suasana pagi yang menghilangkan mood untuk terus menghadapi hidup (anak alay berkata), pagi dimana ketika kau membukakan matamu dari lelapnya tidur hingga kamu tak sadar bahwa sedari tadi telah lama seseorang yang kamu cintai, emakmu, telah memanggil-manggil untuk sholat subuh hingga mungkin subuh pun tak ada lagi karena sudah jam 7 pagi. Jika usaha untuk memangil dengan lemah lembut tidak berhasil barulah keluar suara 9 oktav yang menusuk-nusuk jantungmu. Tidak hanya sekali saja suara 9 oktav itu akan menusuk-nusuk jantungmu berkali-kali. Emakku ini kalau udah sekali marah apa pun yang kita lakukan akan membuatnya terus marah hingga satu harian mungkin (aku bilang mungkin karena aku biasanya pergi ntah kemana kalau udah kayak gini). Bayangkan selama satu harian mendengarkan suara 9 oktavnya.             Pagi itu dimana aku pertama kali membukakan tirai pem...

Mak aku di terima Part 2

Mak aku di terima   Aku cari tempat dudukku sesuai tiket yang ku miliki. Kuletakkan tas di rak yang berada diatas tempat duduk. Aku duduk diam tanpa berbicara dengan siapa pun. Ada suatu kejadian ketika di bis ini namun nanti aku ceritakan kalau sudah datang waktunya. “man kalau dah sampai di terminal marindal bilang ma abang, biar di jeput kau”, terlihat dilayar hand phoneku sms dari kakakku.  Karena ada suatu hal yang belum kuceritakan tadi aku tidak turun di marindal aku turun di terminal Bandar selamat. Terminal yang lebih jauh dari rumah ku. Aku stop mobil angkot yang biasa kunaiki ketika sma menuju rumahku di titi kuning. Akhirnya aku sampai di rumah, rasa bahagia karena aku sampai dirumahku bercampur dengan sedih karena ternyata aku sendiri. Malamnya tiba, kakakku dan keponakanku yang dititipkan ke neneknya dari ayah datang. Aku bangkit dengan semangat untuk memperlihatkan wajahku ke keponakanku dengan dalih mereka merasa terhibur karena aku pulang. Ternyata aku ...

Mak aku di terima Part 1

Mak aku di terima   Ujian Nasional telah berakhir, namun kami anggota black n white community masih tetap terus datang ke sekolah kami tercinta MAN 2 Model Medan. Terlihat didepan kelas sekelompok anak-anak membungkukan diri dengan menggerakkan sebuah pinsil membentuk bulatan-bulatan kecil di atas kertas khusus yaitu formulir pendaftaran sleksi masuk perguruan tinggi. Memang sudah sepantasnya kami memikirkan masa depan dengan melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi atau apalah solusi dari pemikiran masing-masing. Aku termasuk salah satu anggota kelompok dari sekelompok anak-anak tadi namun aku tidak mengerjakan kewajibanku sebagai anggota kelompok untuk melaksanakan tugas-tugas pembulatan dengan pinsil karena memang aku tidak ikut mendaftar ke perguruan tinggi, dengan mengikuti simulasi di salah satu bimbingan belajar sudah memiliki kepuasan tersendiri bagiku. Harapan untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi ku urungkan niatku, dengan melihat segala aspek yang ada pada diriku...