Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Lalui semua jalan di hadapmu

Kehidupan tidak luput dengan kontradiksi, seperti pembelajaran dalam matematika diskrit. Terkadang dengan kontradiksi kita dapat mencari dan mengetahui suatu kebenaran. Terkadang suatu hal yang benar juga belum tentu kebenaran, suatu hal yang baik juga belum tentu kebaikan. Semuanya fiktif, fleksible, hanya orang yang mampu menempatkan segalanya menjadi benar dan segalanya menjadi baik yang akan mendapatkan kebahagiaan hakiki. Tidak hanya kontradiksi yang harus kita hadapi, relatif, juga sebuah makna yang membuat dunia berwarna dan saling melengkapi. Tanpa adanya relatif takkan ada warna hitam dan putih, takkan ada yang membuat hitam hanya karena semua orang menganggap hitam itu adalah buruk. Semua akan putih dan akhirya matapun tak mampu membedakan. Putih, hingga kau menganggap putih itu bukan lagi suci, namun putih adalah membosankan. Ketika kau melihat orang yang berdasi adalah sebuah pencapaian, dan pencapaian yang hakiki adalah sebuah kebahagian, maka kamu ingin menuju dan ...
Lalui semua jalan di hadapmu Kehidupan tidak luput dengan kontradiksi, seperti pembelajaran dalam matematika diskrit. Terkadang dengan kontradiksi kita dapat mencari dan mengetahui suatu kebenaran. Terkadang suatu hal yang benar juga belum tentu kebenaran, suatu hal yang baik juga belum tentu kebaikan. Semuanya fiktif, fleksible, hanya orang yang mampu menempatkan segalanya menjadi benar dan segalanya menjadi baik yang akan mendapatkan kebahagiaan hakiki. Tidak hanya kontradiksi yang harus kita hadapi, relatif, juga sebuah makna yang membuat dunia berwarna dan saling melengkapi. Tanpa adanya relatif takkan ada warna hitam dan putih, takkan ada yang membuat hitam hanya karena semua orang menganggap hitam itu adalah buruk. Semua akan putih dan akhirya matapun tak mampu membedakan. Putih, hingga kau menganggap putih itu bukan lagi suci, namun putih adalah membosankan. Ketika kau melihat orang yang berdasi adalah sebuah pencapaian, dan pencapaian yang hakiki adalah sebuah kebahagian...
Lalui semua jalan di hadapmu Kehidupan tidak luput dengan kontradiksi, seperti pembelajaran dalam matematika diskrit. Terkadang dengan kontradiksi kita dapat mencari dan mengetahui suatu kebenaran. Terkadang suatu hal yang benar juga belum tentu kebenaran, suatu hal yang baik juga belum tentu kebaikan. Semuanya fiktif, fleksible, hanya orang yang mampu menempatkan segalanya menjadi benar dan segalanya menjadi baik yang akan mendapatkan kebahagiaan hakiki. Tidak hanya kontradiksi yang harus kita hadapi, relatif, juga sebuah makna yang membuat dunia berwarna dan saling melengkapi. Tanpa adanya relatif takkan ada warna hitam dan putih, takkan ada yang membuat hitam hanya karena semua orang menganggap hitam itu adalah buruk. Semua akan putih dan akhirya matapun tak mampu membedakan. Putih, hingga kau menganggap putih itu bukan lagi suci, namun putih adalah membosankan. Ketika kau melihat orang yang berdasi adalah sebuah pencapaian, dan pencapaian yang hakiki adalah sebuah kebahagian...
Lalui semua jalan di hadapmu Kehidupan tidak luput dengan kontradiksi, seperti pembelajaran dalam matematika diskrit. Terkadang dengan kontradiksi kita dapat mencari dan mengetahui suatu kebenaran. Terkadang suatu hal yang benar juga belum tentu kebenaran, suatu hal yang baik juga belum tentu kebaikan. Semuanya fiktif, fleksible, hanya orang yang mampu menempatkan segalanya menjadi benar dan segalanya menjadi baik yang akan mendapatkan kebahagiaan hakiki. Tidak hanya kontradiksi yang harus kita hadapi, relatif, juga sebuah makna yang membuat dunia berwarna dan saling melengkapi. Tanpa adanya relatif takkan ada warna hitam dan putih, takkan ada yang membuat hitam hanya karena semua orang menganggap hitam itu adalah buruk. Semua akan putih dan akhirya matapun tak mampu membedakan. Putih, hingga kau menganggap putih itu bukan lagi suci, namun putih adalah membosankan. Ketika kau melihat orang yang berdasi adalah sebuah pencapaian, dan pencapaian yang hakiki adalah sebuah kebahagian...

Tak hilang kalau hanya mengucek mata

Murid di kelas 7             Coba perhatikan gaya mereka. Entah zaman berubah atau memang orientasi sekolah ini memang mengedepankan keakraban antara murid dan guru. Jika diingat lagi seribu tahun sebelumnya ketika dimana saya berseragam seperti mereka, jangankan untuk seperti bergaya bebas seperti mereka, berbicara dengan guru saja sudah membuat badan gemetar. Yupp.. inilah perubahan zaman seperti yang dikatakan Lukmanul Hakim didiklah anakmu sesuai dengan zamannya.            Resiko karena jarak yang terlalu dekat biasanya membuat anak yang kadangkala susah diatur, namun resiko itu tidak sebanding dengan apa yang kita peroleh, dengan membuat suasana yang akrab membuat mereka percaya diri dan senang dalam belajar bahkan sangking percaya dirinya lihatlah photonya, dan tak jarang dari mereka datang ke mejaku untuk mengajak ngobrol atau becanda, bayangkan mereka masih kelas tujuh loh… percaya diri bangetkan?... beginil...