Banyak Melihat Banyak Belajar (Palembang 2) “hati-hati ya nak ya”, mamakku sambil mencium pipiku diatas bis. Bis yang untuk pertama kalinya membuat aku berpikir kalau ada bis yang sebagus ini. Bis yang tidak akan membuatmu merasa jijik kalau harus duduk selunjur atau bahkan berbaring di bawah bangku. Ace yang dingin bangku yang empuk semakin membuai ku untuk terus mengucapkan rasa syukur atas diberikan petunjuk. Tiga ratus empat puluh lima ribu adalah ongkos bis termurah sejagad raya, karena itu bukanlah harga untuk satu bangku, namun bisa dibilang harga sewa setengah bis. Pasalnya hanya ada dua orang penumpang saja didalam sini. Aku duduk di seat yang pertama. Menikmati pemandangan sumatera utara, sekian lama duduk dengan berbagai gaya sampai juga ke tempat yang sejak kecil aku tidak pernah bosan untuk menempelkan wajah di kaca bis untuk melihat keluar, kearah kumpulan air yang berwarna biru dan bersinar bagaikan ditabur beribu mutiara yang memantulkan sinar matahari. Air bak lau...