Langsung ke konten utama

Surat Tak Kan Terkirim II

sekarang sudah hampir pengujung perantauan ku yah...
kemarin aku menuliskan surat bahwa aku tak tahu akan bermanja dengan siapa
selama tiga bulan ini aku sadar 
ternyata mereka memang selalu ada
orang yang kau bentuk dengan kepemimpinan muayah.. aku sudah mulai belajar
jauh aku belajar hingga ke dua pulau
aku yakin kalau kau ada bersama dengan kami kau akan bangga dengan ku
seperti senangnya diri mu ketika aku di panggil ke dua dalam penerimaan ijazah
yang kau bilang aku di pangil karena peringkat kedua
sebenarnya aku tak yakin karena no absen ku memang no dua
tapi aku hanya diam
aku tak tega melihat senyum mu yang beda tidak seperti biasanya..
senyum bangga
hari ini tangis ku kembali tampak ke dunia
ketika membaca kata2 dari orang yang ku anggap penggambaran dari sikapmu
ternyata selama ini aku masih terus bersikap kekanak-kanakan
masih terus berusaha untuk di perhatikab
padahal keluarga yang sudah kau bentuk dengan iman dan kasih sayang
keluarga yang aku sendiri tidak mengerti bagaimana caranya kau bisa menjadi pemimpin dengan hasil luar biasa seperti ini selalu menjadikan kepentingan ku yang nomor satu
karena aku tahu bagai mana susahnya jadi pemimpin
aku pingin belajar menjadi seperti diri mu ayah
kata-kata mu selalu ku simpan didalam sini ayah
di hati ku 


Komentar