sekarang sudah hampir pengujung
perantauan ku yah...
kemarin aku menuliskan surat
bahwa aku tak tahu akan bermanja dengan siapa
selama tiga bulan ini aku
sadar
ternyata mereka memang selalu ada
orang yang kau bentuk dengan
kepemimpinan muayah.. aku sudah mulai belajar
jauh aku belajar hingga ke dua
pulau
aku yakin kalau kau ada bersama
dengan kami kau akan bangga dengan ku
seperti senangnya diri mu ketika
aku di panggil ke dua dalam penerimaan ijazah
yang kau bilang aku di pangil
karena peringkat kedua
sebenarnya aku tak yakin karena
no absen ku memang no dua
tapi aku hanya diam
aku tak tega melihat senyum mu
yang beda tidak seperti biasanya..
senyum bangga
hari ini tangis ku kembali tampak
ke dunia
ketika membaca kata2 dari orang
yang ku anggap penggambaran dari sikapmu
ternyata selama ini aku masih
terus bersikap kekanak-kanakan
masih terus berusaha untuk di
perhatikab
padahal keluarga yang sudah kau
bentuk dengan iman dan kasih sayang
keluarga yang aku sendiri tidak
mengerti bagaimana caranya kau bisa menjadi pemimpin dengan hasil luar biasa
seperti ini selalu menjadikan kepentingan ku yang nomor satu
karena aku tahu bagai mana
susahnya jadi pemimpin
aku pingin belajar menjadi
seperti diri mu ayah
kata-kata mu selalu ku simpan
didalam sini ayah
di hati ku
Komentar
Posting Komentar