SURAT TAKKAN TERKIRIM
Aku sebenarnya seorang anak laki-laki yang manja hanya sok
kuat untuk melawan hidup
Aku rindu dengan sosok
yang unik
Sosok yang paling aku segani
Sosok yang akrab
Sosok pemimpin yang benar-benar pemimpin
Ikhlas, sabar, terus berusaha, tawakal, selalu mencoba
Teringat cerita kita
Sesak nafasku ketika aku mengingat
Aku duduk dibelakangmu tepat diatas bangku sepeda yang kau
kayuh
Semangat membakar cita sama-sama kita kobarkan walau hanya
kau membawaku ketempat kumuh dianggap orang
Teringat ketika kita sama tertawa ketika becak biru yang kau
rakit hampir selesai untuk menampung sayuran yang akan kita jual, sebagai
prospek kehidupan kami
Ternyata canda tawa diatas becak biru itu
Dijadikan canda terakhir untuk kita
Aku rindu yah..
Aku tumbuh besar yah.. menjadi anak yang sok kuat yang hanya
bermodalkan keunikan mu
Disini aku diam
Menulis ntah untuk siapa
Hanya berteman pikir dan lamunan
Aku tak tahu siapa aku sebenarnya
Aku periang, penghibur orang banyak
Tapi aku tidak tahu apa aku bahagia dengan itu
Aku belum mengerti hakikat dari bahagia yah
Ayah aku rindu
Rindu kau suruh tidur siang karena kau melihatku suntuk tak
punya kawan
Kadang aku kesepian diantara orang banyak
Kadang aku tak mengenali siapa diri ku sebenarnya
Aku ingin bermanja
Tapi tak mau mengakuinya
Dan aku pun tak tahu ingin manja dengan siapa
Aku tak tahu ini boleh atau tidak aku ucapkan
Kadang aku iri dengan yang lain yang masih ditanya kabarnya
oleh ayahnya
Kadang aku iri dengan orang lain yang masih bisa menunjukkan
prestasinya ke ayahnya
Iri
Memang sebuah kata yang sangat ampuh agar aku terus maju
Tapi aku yakin bukan iri yang seperti ini yang aku mau
Aku lelah ayah
Hanya kepadamu orang tempat aku mengadu
Hanya aku yang tahu aku lelah ayah
Aku sendiri ayah
Aku tak tahu apakah ini benar
Aku kan terus gapai citaku walau aku sendiri ayah..
Ayah aku rindu kau jemput aku sepulang dari SD ku dengan
becakmu lagi
Komentar
Posting Komentar